0
News
    Home Gaya Hidup Linux MacOS Pilihan OS 2026 Windows

    2026 Pindah ke Linux? Ini 5 Desktop Linux yang Tampilannya Mirip MacOS

    5 min read

    Tampilan DeepinOS yang sangat bagus dan bisa dikostumisasi lebih banyak.

    POJOKBENGKULU - Bagi banyak pengguna macOS, beralih ke sistem lain bukanlah hal mudah. Desainnya rapi, tampilannya nyaman, dan alur kerjanya terasa halus. Namun, dengan harga perangkat yang semakin tinggi dan kebutuhan komputasi yang makin beragam, sebagian orang mulai melirik opsi lain yang lebih fleksibel.

    Di titik inilah Linux perlahan mengambil peran. Bukan hanya karena gratis dan open source, tetapi juga karena tampilannya kini jauh lebih modern, intuitif, clean dan menarik. Beberapa desktop Linux bahkan mampu menghadirkan pengalaman visual yang membuat pengguna Mac merasa seolah tidak benar-benar beralih.

    Bahkan, banyak youtuber yang awalnya menggunakan MacOS atau Windows, kini lebih memilih menggunakan Linux lantaran operating system ini kian stabil, banyak fitur yang bisa dieksplorasi, aman, software gratis dengan fungsi yang sama, bahkan bagi kalangan profesional IT, tentu sejak dahulu Linux menjadi pilihan utama karena kehandalannya di banding kedua pesaingnya tersebut.

    Apalagi, kini kehadiran Winboot App, membuat Linux makin menarik karena bisa menjalankan program/software dari Windows dengan sangat baik.

    Berikut 5 desktop Linux yang layak Anda pertimbangkan, bagi Anda yang di tahun 2026 mendatang ingin beralih dari MacOS atau Windows yang tampilannya membosankan.

    Tampilan Pantheon ElementaryOS yang elegan
    Tampilan Pantheon yang dikembangkan ElementaryOS ini ringan dan elegan.

    1. Pantheon: Pilihan Paling Familiar  

    Pantheon, desktop bawaan elementary OS, sering disebut sebagai yang paling mirip macOS. Tata letaknya bersih, ikon tertata rapi, dan dock di bagian bawah terasa familiar. Bagi mereka yang mengutamakan kesederhanaan dan kenyamanan mata, Pantheon biasanya langsung terasa cocok sejak pertama kali digunakan. Ingin menggunakan desktop ini? Anda cukup mendownload ElementaryOS, menginstalnya di laptop atau PC, dan nikmati tampilan mirip MacOS.

    Tampilan GNOME di Ubuntu yang sangat mirip MacOS
    Meski ringan, GNOME di Ubuntu ini sangat mirip dengan MacOS.

    2. GNOME: Minimalis dan Fokus  

    GNOME tidak berusaha meniru macOS, tetapi menawarkan pendekatan serupa. Desainnya sederhana, fokus, dan minim distraksi. Dengan sedikit penyesuaian, GNOME bisa menghadirkan nuansa yang mengingatkan pada macOS, tanpa kehilangan ciri khas Linux. Lalu apa OS yang menggunakan GNOME? Ada banyak pilihan, diantaranya: Fedora Workstation, Ubuntu, Debian, Red Hat Enterprise Linux (RHEL), SUSE Linux Enterprise, Zorin OS, dan Pop!_OS.

    Cosmic di System76 yang bagus
    Dikembangkan oleh System76! Cosmic bisa dikostumisasi lebih dalam.

    3. COSMIC: Modern dan Produktif  

    COSMIC hadir dengan gaya modern yang berorientasi pada produktivitas. Tampilan rapi dan profesional membuatnya cocok bagi pengguna yang ingin suasana mirip macOS, namun tetap mengandalkan efisiensi dan kontrol penuh atas sistem. Satu-satunya Desktop Linux yang menjalankan COSMIC secara konsisten dan selalu update adalah System76! Anda bisa menginstal OS ini dan nikmati sistem operasi dengan banyak kehandalan.

    KDE Plasma Kubuntu
    Tak kalah dengan yang lain, KDE Plasma bisa Anda coba. Tampilannya sangat menarik.

    4. KDE Plasma: Fleksibilitas Tanpa Batas  

    KDE Plasma adalah surga bagi mereka yang suka bereksperimen. Ingin tampilan mirip macOS? Bisa. Ingin gaya yang benar-benar berbeda? Juga bisa. Fleksibilitas ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang gemar menyesuaikan sistem sesuai selera. Linux OS yang menggunakan desktop mode ini diantaranya: Kubuntu, openSUSE (Leap & Tumbleweed), KDE neon, Fedora KDE Spin, Manjaro KDE, dan Garuda Linux (Dr460nized).

    DeepinOS menjadi Linux dengan tampilan terbaik
    Tampian Deepin OS menjadi juaranya.

    5. Deepin Desktop: Elegan dan Halus  

    Deepin dikenal dengan desain elegan dan animasi yang halus. Sekilas, nuansanya memang menyerupai macOS. Meski begitu, pengguna tetap perlu sedikit penyesuaian agar performanya optimal di berbagai perangkat.

    Deepin secara khusus didesain untuk DeepinOS. Ya, sistem operasi ini paling menarik diantaranya yang lain. Pengembangannya terus berjalan, tampilannya sangat modern dan cantik. Hanya saja, Anda harus memiliki laptop atau PC dengan spesifikasi yang sedikit mumpuni untuk menjalankannya dengan baik.

    Deepin mengembangkan banyak programnya sendiri, sehingga menjadi Linux OS yang memiliki cirikhas sangat baik. Bahkan, menjadi salah satu rekomendasi kami.

    Sebagai informasi tambahan, bagi Anda yang ingin menjajal linux namun tetap ingin dengan tampilan Windows agar tak kaget dalam menjalankan sistem operasi, Anda bisa mencoba menginstal Linux Mint (Cinnamon/MATE), Zorin OS, dan Wubuntu.

    Linux Kini Lebih Bersahabat

    Dulu, Linux sering dicap rumit dan kaku. Kini, anggapan itu perlahan memudar. Kehadiran desktop yang mirip macOS dan mirip Windows membuat proses transisi terasa lebih manusiawi. Pengguna tidak harus belajar dari nol, cukup beradaptasi sedikit demi sedikit.

    Memang, bagi sebagian orang Linux belum sepenuhnya bisa menggantikan macOS atau Windows. Namun sebagai alternatif yang gratis, fleksibel, dan semakin ramah pengguna, Linux jelas layak dipertimbangkan, terutama di era ketika efisiensi dan kebebasan menjadi kebutuhan utama.

    Additional JS
    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Responsive Ads
    Responsive Ads