0
News
    Home Ekonomi IHSG Investasi LPS Pasar Modal

    IHSG Terjun Bebas, Bos LPS Akui Pergerakan Pasar di Luar Prediksi

    "Pergerakan IHSG yang menukik tajam di awal tahun mengejutkan banyak pihak, termasuk LPS. Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penurunan ini sebagai anomali."

    1 min read

    IHSG Terjun Bebas, Bos LPS Akui Pergerakan Pasar di Luar Prediksi

    Kondisi pasar modal Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga membuat para investor, khususnya ritel, merasa was-was. Penurunan tajam yang terjadi belakangan ini ternyata tidak hanya mengejutkan para pelaku pasar, tetapi juga di luar dugaan regulator.

    Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak menyangka koreksi pasar akan sedalam ini. Padahal, secara historis, awal tahun seringkali menjadi momen positif bagi bursa saham atau yang kerap dikenal dengan istilah January Effect.

    Dalam keterangannya kepada awak media, Purbaya menyampaikan keheranannya melihat tren yang justru berbalik arah secara drastis.

    "Terus terang saya tidak memprediksi indeks saham akan jatuh secepat ini, sedalam ini di awal tahun," ungkap Purbaya.

    Anomali di Tengah Harapan Awal Tahun

    Purbaya menjelaskan bahwa perhitungan awal menunjukkan potensi penguatan, mengingat siklus tahunan yang biasanya membawa angin segar bagi lantai bursa di bulan Januari. Namun, realita di lapangan menunjukkan grafik yang merah membara, mematahkan prediksi teknikal maupun fundamental yang sempat dibangun sebelumnya.

    Menurutnya, fenomena ini cukup langka mengingat tidak ada pemicu domestik yang bersifat krusial atau kerusakan struktural pada ekonomi dalam negeri yang bisa menjustifikasi penurunan sedalam itu.

    "Biasanya di Januari itu ada January effect, biasanya naik," tambahnya menegaskan bahwa pola tahun ini benar-benar di luar kebiasaan.

    Sentimen Global Jadi Pemicu Utama

    Lantas, apa yang membuat IHSG tergelincir begitu dalam? Purbaya menyoroti faktor eksternal sebagai biang kerok utamanya. Gejolak geopolitik dan kebijakan ekonomi global, terutama dari Amerika Serikat, memberikan dampak rambatan yang signifikan ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Salah satu sorotan utama tertuju pada kebijakan Presiden terpilih AS, Donald Trump. Wacana mengenai perang dagang dan kebijakan proteksionis yang agresif membuat investor global mengambil langkah hati-hati atau wait and see, yang berujung pada penarikan dana dari pasar emerging market.

    Kekhawatiran pasar semakin memuncak ketika isu mengenai tarif impor tinggi bagi negara-negara yang tergabung dalam BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) mencuat. Hal ini memicu ketidakpastian arus perdagangan global yang langsung direspons negatif oleh pasar keuangan.

    Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia sejatinya masih cukup solid untuk menahan guncangan tersebut, asalkan kepanikan pasar dapat mereda.

    Para pelaku pasar kini menaruh harapan besar agar ketidakpastian global segera mereda, sehingga kepercayaan investor dapat pulih dan membalikkan arah indeks ke zona hijau dalam waktu dekat.

    Additional JS
    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *